Tampilkan postingan dengan label Digital. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Digital. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Februari 2013

Senja cantik diujung januari


Ketika Senja menampakan kecantikannya.

tanggal  31 January 2013 adalah waktu dimana senja sedang menampakan keceriaanya. matahari dikala itu sepertinya sedang bahagia dalam menyambut perpindahan bulan ke februari ceria. Aku ingin melihatmu seperti ini lagi lain waktu sebelum aku menutup mata. thanks God for the beautiful moment in the last day on January.( photo by owlofi & original no editing just resize)




See you again sunset , Beautiful in Yogyakarta


Selasa, 06 November 2012

Dengan Buku ?

Dengan Buku? Kita menjelajah Ruang dan Waktu

 Buku bukan hanya sekedar jendala dunia saja, tapi juga sebuah mesin waktu. Dimana buku dapat menemukan dan membawa kita dimasa dimana buku itu pertama kali ditulis, 10 tahun lalu bahkan 1 abad yang lalu buku itu memiliki garis sejarahnya sendiri. Dari buku cerita anak - anak atau dongeng sampai buku sejarah dunia bisa kita jumpai saat ini. Mana kala baiknya dari sekarang "Anda tulis cerita anda saat ini juga dan lihat 10 tahun kedepan atau 50 tahun kedepan apakah anda masih ingat saat ini?" (owlofi).


Sabtu, 03 November 2012

PANORAXDIG NIKON

PANORAXDIG ON SADRANAN BEACH
NIKON D90 + HELIOS 44-2
THE PICTURE ARE LARGE SIZE , PLEASE READ MORE TO VIEW THE PICTURE

Sabtu, 07 April 2012

freaky friday pose


*Freaky friday*
Mengisi waktu luang saat cuaca diluar sedang panas - panasnya. menepi disuatu sudut ruangan dan memasang lighting sederhana menggunakan lampu belajar. mencoba pose - pose beauty shoot tapi sayang masih perlu banyak belajar dan mencoba . (owlofi)

 

Rabu, 29 Februari 2012

stroller story


Sebuah kereta bayi kecil berkelana didunia antah berantah. Dia melihat suatu titik cahaya yang dia gambarkan sebagai pintu menuju masa depan. Dia mengikuti arah cahaya itu berasal dan sampailah dia pada titik asal cahaya itu.

Senin, 13 Februari 2012

visit the zoo of ojanto

     
   Saturday, disaat pagi hari yang sangat panas dan cuaca yang mendukung untuk ber-lazy time on the bed. tapi hari itu saya punya janji dengan pacar saya untuk mengajak dia pergi ke kebun binatang ojanto yang sedang menyelenggarakan mini pattern exhibitionnya. Ojanto yang menggelar karyanya di salah satu tempat cozy buat bersantai - santai dan melakukan hal - hal yang menyenangkan lainnya , jauh dari hiruk pikuk kota yang sangat berisik dan padat. 

Selasa, 13 Desember 2011

Selasa, 04 Oktober 2011

Rusidah Profesional Photographer

rusidah.jpg
 "Memotret tanpa Jari " .apakah mungkin dilakukan? apakah bisa memotret tanpa anggota jari lain untuk menekan tombol - tombol pada kamera ? dan jawabannya adalah BISA !  . Rusidah menjawab pertanyaan - pertanyaan itu semua, seorang wanita separuh baya yang tinggal di daerah Purworejo jawa tengah ,adalah seorang fotografer amatir yang juga menderita Tuna daksa .Lahir tahun 1968, Rusidah sudah mulai memotret profesional sejak 1995. Rusidah kehilangan kedua tangan ketika duduk di bangku sekolah dasar. Namun kata putus asa tidak pernah berada dalam kamusnya. 

 
Rusidah seolah tak ingin lagi bicara soal tangannya. Sekarang dia hanya berpikir bagaimana mengisi hidupnya ke depan.Setelah menamatkan sekolah menengah pertama (SMP), Rusidah yang lahir dari keluarga biasa masuk panti rehabilitasi penyandang cacat di Solo, Jawa Tengah. Meski tak dikaruniai kedua tangan, ia justru memilih menekuni fotografi sebagai profesinya. Namun, karena tidak lagi punya jari tangan, Rusidah terpaksa
memodifikasi sendiri kameranya.Tekad dan semangatnya menjadi fotografer justru mendatangkan dukungan dari orang-orang di sekitarnya. Beberapa kali Rusidah menerima bantuan peralatan fotografi dari pemerintah setempat.Kamera yang kini dipakai Rusidah adalah pemberian Pemerintah Daerah Purworejo pada 1995. Berbekal bantuan stimulan itulah profesi Rusidah sebagai fotografer dimulai. Sejak itu masyarakat tahu kiprahnya.Berbekal kamera bantuan pemerintah Kabupaten Purworejo, waktu itu Rusidah memotret dengan kamera film. Jasa fotografi Rusidah terbagi menjadi 2 paket, per foto seharga Rp 5 ribu dan per paket 30 foto ukuran 4R seharga Rp 150 ribu termasuk album. 

Sekarang Rusidah sudah berbekal kamera digital Canon EOS 550D dan flash Canon Speedlite 430EX II. “Saya mulai motret sejak pakai kamera film. Sudah beberapa merk kamera pernah saya pakai,” papar Rusidah, sembari menunjukkan album-album hasil karyanya. Uang terbanyak diperolehnya dari jasa memotret pada saat karnaval tingkat kampung, selain dari jasa memotret resepsi pernikahan. “Saya ingin punya studio foto,” ungkapnya.Selain menerima panggilan untuk mengabadikan berbagai momen penting seperti pernikahan dan acara-acara di lingkungan kantor pemerintahan, Rusidah juga mengelola  studio kecil, di rumahnya di Desa Botorejo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo – Jawa Tengah.Rusidah bukan hanya lihai mengoperasikan kameranya. Ia juga mampu melaksanakan berbagai tugas sehari-hari di rumah. Termasuk mempersiapkan anak semata wayangnya Nugroho berangkat sekolah.Maklum rumahnya yang sederhana dan berlantai tanah tidaklah representatif untuk usahanya ini. Juga dukungan finasial sang suami sebagai tukang es keliling tak kunjung mencukupi. Tapi ibu satu anak inipun tak pernah putus asa, ia terus bekerja, dan berjuang mewujudkan mimpinya.

Fotografer ini banyak menginspirasi saya tentang bagaimanannya perjuangan seorang Tuna Daksa dalam dunia fotografi , dia tidak terhalang oleh apapun dan tidak malu ataupun canggung dalam mengexpresikan hasil karyanya . "Inilah hasil karya saya , bagaimana denganmu ? " (owlofi) . ya walaupun saya beda genre dengan Rusidah , paling tidak saya juga ikut berkecimpung didunia fotografi .mungkin tidak sedikit yang malu dengan hasilnya sendiri , So itu hasilmu dan mari kita share kepada semua orang yang masih mampu merasakan rasa seni dan kita tanamkan didalam otaknya . 


Source picture
  1. Kristupa wordpress
  2. Fotokalipsa wordpress

Sabtu, 30 Juli 2011

Melancholic B1tch


Melancholic bitch  is  ?

Band pinggiran yang dibentuk akhir 90an di Yogya ini seperti sedang menulis ulang pengertian dari idiom lama "hidup segan mati tak mau". Cerita mereka cukup panjang, terlalu panjang untuk diceritakan ulang; juga tak terlalu penting. Pendeknya; mereka sudah muncul sejak jaman Parkinsound masih rutin diadakan tahunan; sesekali main band di panggung lokal, sesekali main di luar kota, sesekali main musik untuk performance dan teater, sesekali main musik untuk film, tapi lebih sering duduk-duduk, bercanda, saling memusuhi lalu berdamai sebelum permusuhan berikutnya. Sebuah band, bagaimanapun, cenderung meniru sebuah keluarga. Mengutip Anna Karenina: Seluruh keluarga bahagia selalu sama; keluarga tidak-bahagia, selalu tidak berbahagia dengan caranya masing-masing. Keluarga tidak berbahagia yang sering disingkat namanya menjadi Melbi ini disfungsional, retak, tapi selalu punya alasan untuk berkumpul di hari raya. Hari raya yang sibuk mereka ciptakan sendiri. 

Melancholic bitch player :
 
Yosef Herman Susilo (Electric-Acoustic Guitar, Mix-Engineer)
Ugoran Prasad (Voice, Lyric)
Teguh Hari Prasetya (Bass, Keyboard)
Yennu Ariendra (Electric Guitar, Synth, Laptop)
Septian Dwirima (Percussion, Laptop)

Album Melancholic Bitch :


recording label 
loverecord / neonlightrecord / dialecticrecord

My Opinion

Menurut saya,Melbi ( Melancholic bitch ) ini adalah band indie yang cukup fenomenal dikalangan para pecinta musik indie tanah air,dan khususnya diyogyakarta sendiri.band semi teatrikal ini mempunyai suatu karakteristik sendiri.entah mengapa setiap mendengarkan lagu melbi melalui i-tunes ataupun secara langsung di acara konsernya.auranya sangat kuat dan bisa menghipnotis seluruh para joni dan para susi yang menonton saat itu.melancholic bitch sendiri sering berkolaborasi dengan beberapa band / soloist yang sudah cukup terkenal juga dikalangan pecinta indie. salah satunya adalah Frau yang menjadi pasangan duetnya Ugoran dalam lagunya yang berjudul " Sepasang Kekasih Yang Bercinta di Luar Angkasa " dan itu juga salah satu lagu favorite saya . mempunyai makna yang dalam . pada tahun lalu 9 agustus 2010 adalah konser terakhir melancholic bitch dengan tajuk " Joni dan Susi: The end of chapter I (the new beginning of chapter II) " di Tembi Rumah Budaya . saat itu tidak hanya Melbi sendiri melainkan juga menampilkan yaitu Tika & Melancholic Bitch , Silir Pujiwati & Melancholic Bitch ,Wok The Rock & Frau ,Nadya Hatta & Frau ,Ugoran Prasad & Frau . konser ini Ini adalah show terakhir Ugoran Prasad di Melancholic Bitch serta di Frau, dia akan menetap selama 1 tahun di New York untuk meneruskan study, terhitung dari akhir Agustus 2010 sampai Agustus 2011. Pada show ini juga Melancholic Bitch hadir tanpa Yennu Ariendra, karna sedang berada di Singapore bersama Papermoon Puppet Theatre. dan minggu lalu konser pertamanya di tahun 2011 tengan tajuk " Keracunan Ingatan " tepatnya tanggal 27 Juli 2011 di Langgeng Art Foundation .



Konser yang menampilkan Melbi dan Armada Racun ini dihadirin para joni-joni dan para susi-susi .Langgeng Art Foundation sendiri cukup ramai malam itu .dan saya tidak ingin ketinggalan acara ini , saya yang waktu itu dateng sendiri dan ternyata disana sudah mulai.waktu itu saya datang pukul setengah 9 malam dan saya ketinggalan Perform dari Armada racun . dan disana saya bertemu banyakn teman dan diantaranya adalah teman komunitas saya dari Klastic Jogja .saya tidak lupa untuk mengabadikan moment ini.monggo disaksiken .
 
Perform Stage


Ugo feat Frau | Sepasang Kekasih Bercinta Di Luar Angkasa





Teman disetiap Perform Beer & Rokok


Antusias penonton malam itu sangatlah ramai . saya sendiri merasa terobati rasa kangen untuk melihat perform Melancholic bitch setelah ditinggal pergi ugoran ke Amerika selama setahun .saya bersyukur masih bisa mendengarkan alunan - alunan musiknya . goodjob joni & susi ! 




Photo By : Owl
Nikon D90

Senin, 25 Juli 2011

ART|JOG|11


ArtJog'11
17 - 29 July 2011
@Tamanbudaya Yogyakarta


introduction

This event started as an “annex” of the Yogyakarta Arts Festival (2008), then became a separate occasion of its own the Jogja Art Fair (2009). Later it realized its vision to become part of the international market by changing its name to ART | JOG (2010). The last two event holdings which definitely have become the art fair for artists have in fact been featuring focused themes and employed curatorial works that are comparable to art exhibitions in general or even biennale. In its fourth holding, it is about time for ART|JOG to pluck the fruits of its experimentation.
As a part of its attempts to become an active event which has a clear position in the global art world, the current ART | JOG maintains its position as the artists’ art-fair in the city of arts and culture, which also increasingly gains prominence as the backbone of creative industry in Indonesia. Yet, despite of the ambiguous reception in the arts world and its equivocal position within the massive proliferation of art fairs, the decision to sustain its format as the “artists’ art fair” is taken with careful consideration – while continue observing and developing new strategies to anticipate future consequences. One of ART|JOG’s main agenda is to exist and position itself within the fields of international art fairs.
ART | JOG | 11 sets some clear distinctions with other art events or exhibitions. It mainly functions as an art fair for young artists; with the aim of promoting young artists’ achievements to both local and international art market. Similar procedures is still being applied, i.e., by holding an open call to artists and the selection process conducted by ART | JOG | 11 artistic department. There are 1770 artists who had sent applications for 3500 works. The selection process which came up with decision to select 241 works of 165 artist to be a part of the current Art fair.
Officiated by Lorenzo Rudolf (former director of Art Basel; key initiator of Art Basel Miami, former director of ShContemporary – Shanghai and Art Stage – Singapore), ART|JOG|11 also present numerous fringe events. These programs which will be held throughout ART|JOG|11 is designed to provide opportunities for promoting existing modes, activities as well as various artistic processes and productions to broader public.
Welcome to ART|JOG|11!








thanks my друга ♥ for accompany that night

 Photo by : OWL
Gear : Nikon D90